Semua Berita
riset 30 Agustus 2026 36 views

BRIDA Surabaya–Fakultas Psikologi UNAIR: Kolaborasi BRIDA-STEP dalam Pemetaan Jiwa Wirausaha

BRIDA Kota Surabaya bersama Fakultas Psikologi Universitas Airlangga memperkuat kolaborasi pengembangan BRIDA Surabaya Talent Entrepreneurial Path (STEP), sistem informasi hasil kajian tahun 2025 untuk memetakan potensi, kesiapan kerja, kapasitas kewirausahaan, dan ketangguhan mental masyarakat. Melalui asesmen dan Inkubasi Motivasi, BRIDA STEP diharapkan membantu perangkat daerah menentukan intervensi pemberdayaan yang lebih tepat sasaran sesuai profil masyarakat.

BRIDA Surabaya–Fakultas Psikologi UNAIR: Kolaborasi BRIDA-STEP dalam Pemetaan Jiwa Wirausaha

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) melalui pengembangan BRIDA Surabaya Talent Entrepreneurial Path (STEP). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pemetaan potensi dan jiwa wirausaha masyarakat sebagai dasar pemberian intervensi yang lebih tepat sasaran.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Kolaborasi Inkubasi Motivasi dan Penggunaan Sistem Informasi BRIDA Surabaya Talent Entrepreneurial Path (STEP) di Kota Surabaya.

Katimja Bidang Riset BRIDA Kota Surabaya, Fatati Roynilta Olivia, S.T., M.T., menjelaskan bahwa BRIDA STEP lahir dari kajian yang dilakukan pada tahun 2025 bersama Fakultas Psikologi UNAIR. Kajian tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mengenali karakteristik masyarakat terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk intervensi.

“BRIDA STEP itu sistem informasi yang disusun atau dibangun berdasarkan hasil kajian tahun 2025 lalu. Intinya, setiap perangkat daerah tidak lagi memberi intervensi tanpa ada informasi tentang bagaimana profil keluarga miskin yang akan diintervensi,” jelas Fatati.

Menurutnya, profil yang dipetakan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atau keterampilan, tetapi juga ketangguhan mental. Selama ini, sekelompok penerima dapat memperoleh bentuk intervensi yang sama meskipun memiliki tingkat kesiapan yang berbeda. Kondisi tersebut dapat menyebabkan program pemberdayaan tidak berjalan optimal atau berhenti di tengah jalan.

BRIDA STEP kemudian hadir sebagai instrumen asesmen yang mengelompokkan masyarakat ke dalam empat klaster. Klaster pertama merupakan kelompok yang paling membutuhkan pendampingan karena keterampilan dan ketangguhan mentalnya masih rendah. Klaster kedua telah memiliki semangat bekerja, tetapi masih membutuhkan keterampilan yang sesuai. Klaster ketiga memiliki kesiapan lebih baik untuk bekerja, mengikuti pelatihan, maupun berwirausaha. Sementara klaster keempat merupakan kelompok champion yang telah mulai menjalankan usaha dan membutuhkan pengembangan agar dapat naik kelas.

Pengelompokan tersebut memungkinkan intervensi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sasaran. Kelompok yang belum memiliki kesiapan mental, misalnya, tidak langsung diarahkan pada bantuan usaha atau pelatihan keterampilan, tetapi terlebih dahulu mendapatkan penguatan mental.

“Klaster pertama itu yang paling butuh bantuan. Kemampuan skill-nya rendah, daya tahan dan ketangguhannya juga rendah,” ujar Fatati.

Penguatan inilah yang kemudian menjadi salah satu fokus kolaborasi BRIDA Kota Surabaya dengan Fakultas Psikologi UNAIR. Dalam PKS, BRIDA STEP digunakan sebagai instrumen asesmen dan pemetaan potensi masyarakat, disertai program Inkubasi Motivasi sebagai intervensi psikologis bagi kelompok yang membutuhkan penguatan mentalitas produktif.

Kolaborasi kedua pihak tidak berhenti pada pelaksanaan asesmen. Ruang lingkupnya juga meliputi penyempurnaan instrumen psikologis dan mekanisme pengelompokan peserta, penetapan sasaran, penyusunan modul dan metode Inkubasi Motivasi, peningkatan kapasitas fasilitator dan pendamping, serta monitoring dan evaluasi program.

Pada tahap selanjutnya, BRIDA STEP akan terus diuji dan dikembangkan agar dapat digunakan secara lebih mandiri. Berdasarkan hasil koordinasi persiapan uji coba, sistem akan dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan jiwa wirausaha pada masyarakat calon penerima program bantuan. Perangkat wilayah dan perangkat daerah juga akan dipersiapkan sebagai pendamping dalam pelaksanaan asesmen.

Khusus untuk Klaster 1, BRIDA bersama Fakultas Psikologi UNAIR akan menguji model Inkubasi Motivasi yang sebelumnya telah dirumuskan melalui kajian tahun 2025. Uji coba tersebut menjadi tahapan penting untuk melihat efektivitas model sebelum nantinya dapat diterapkan lebih luas.

“Kalau uji coba Klaster 1 ini sudah sukses, kita geser juga ke perangkat daerah lain,” kata Fatati.

Untuk mendukung proses tersebut, BRIDA juga akan menyiapkan perangkat implementasi berupa user guide, manual, serta petunjuk teknis atau standar pelaksanaan. Dengan demikian, hasil pengembangan BRIDA STEP nantinya dapat direplikasi dan dimanfaatkan perangkat daerah sesuai kebutuhan program masing-masing.

Fatati berharap BRIDA STEP pada akhirnya dapat digunakan secara luas untuk memetakan masyarakat sehingga pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan setiap sasaran sebelum menentukan program pemberdayaan.

Melalui pengembangan BRIDA STEP, hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen kajian, tetapi dilanjutkan melalui proses pengembangan, pengujian hingga penerapan. Kolaborasi BRIDA Kota Surabaya dan Fakultas Psikologi UNAIR ini diharapkan dapat mendorong program pemberdayaan masyarakat yang semakin berbasis data, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Galeri Foto

BRIDA Surabaya–Fakultas Psikologi UNAIR: Kolaborasi BRIDA-STEP dalam Pemetaan Jiwa Wirausaha BRIDA Surabaya–Fakultas Psikologi UNAIR: Kolaborasi BRIDA-STEP dalam Pemetaan Jiwa Wirausaha