Pemerintah Kota Surabaya • BRIDA

Pendampingan Kampung Pancasila oleh Perguruan Tinggi di Surabaya

Program kolaboratif BRIDA untuk menghubungkan potensi akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan kampung secara langsung melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Fokus Kolaborasi

Tri Dharma Perguruan Tinggi

Pendidikan

KKN, magang, tugas mata kuliah, studio, dan laboratorium berbasis kebutuhan kampung.

Penelitian

Tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, serta riset pusat atau departemen.

Pengabdian Masyarakat

Pendampingan, hilirisasi inovasi, dan penerapan teknologi tepat guna.

Pendampingan diarahkan agar solusi akademik dapat diterapkan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan di tingkat kampung.

Identifikasi Wilayah

Form isian digunakan untuk membaca kondisi nyata wilayah, baik dari sisi permasalahan maupun potensi yang dapat dikembangkan.

Riset dan Inovasi

Hasil riset, rekomendasi, produk inovasi, dan Teknologi Tepat Guna dari PTN/PTS diterapkan sesuai konteks wilayah.

Kolaborasi Pemangku Kepentingan

BRIDA berperan sebagai hub antara PTN/PTS, perangkat daerah, ASN pendamping, kelurahan, RW/RT, KSH, karang taruna, warga, dan mitra CSR.

Rencana Mekanisme Pendampingan

Riset dan Inovasi sebagai Dasar Pendampingan

Pendampingan diarahkan untuk menjawab permasalahan yang kompleks serta mengembangkan potensi kampung menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Riset

Hasil atau rekomendasi riset digunakan untuk mengatasi masalah yang terjadi di wilayah, terutama masalah yang kompleks atau belum dapat diidentifikasi dengan baik.

Perguruan tinggi dapat memanfaatkan riset akademik yang sudah ada agar solusi yang ditawarkan tetap berbasis data, metode, dan analisis yang memadai.

Inovasi

Potensi yang telah dimiliki warga atau wilayah kampung dikembangkan menjadi inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

PTN/PTS dapat menerapkan produk, karya, atau Teknologi Tepat Guna yang telah dikembangkan untuk mendukung penyelesaian masalah serta penguatan potensi kampung.

Identifikasi Potensi dan Permasalahan

Data faktual sebagai dasar program dan kebijakan

Identifikasi dilakukan melalui form isian untuk menggambarkan kondisi nyata di wilayah. Data tersebut menjadi dasar perencanaan program, pengambilan kebijakan, dan penentuan bentuk pendampingan yang paling tepat.

Pihak yang mengisi

Aparat kewilayahan, yaitu camat, lurah, RW/RT, dan LPMK.
Kader Surabaya Hebat, karang taruna, kelompok masyarakat, dan warga.
ASN pendamping serta PTN/PTS pendamping.
01

Mengidentifikasi Permasalahan

Menemukan masalah yang berdampak negatif terhadap masyarakat dan membutuhkan penanganan.

02

Menggali Potensi Wilayah

Menginventarisasi potensi wilayah yang dapat dikembangkan dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

03

Menentukan Prioritas

Menjadi pertimbangan dalam penentuan prioritas penanganan dan pengembangan wilayah.

04

Menyediakan Data Awal

Menyediakan data awal berbasis kondisi riil dan faktual untuk analisis lanjutan.

Penyelenggaraan Pendampingan

Dari Input hingga Outcome Kampung

Alur pendampingan Kampung Pancasila dirancang sebagai proses kolaboratif yang menghubungkan kebutuhan warga, potensi akademik, riset, inovasi, perangkat daerah, dan aktor lokal untuk menghasilkan praktik baik yang berdampak langsung bagi kampung.

Input
01

Masalah dan Potensi Lokal

Tahap awal dilakukan untuk membaca kondisi kampung secara utuh melalui masalah, potensi, kebutuhan, visi warga, tokoh masyarakat, dan kearifan lokal.

Identifikasi masalah kampung.

Identifikasi potensi lokal.

Visi, cita-cita warga, dan kearifan lokal.

Process
02

Hub, Riset, dan Inovasi

BRIDA berperan sebagai penghubung antara kebutuhan kampung dengan sumber daya perguruan tinggi, peneliti, inovator, CSR, perangkat daerah, dan aktor lokal.

BRIDA sebagai hub

Menghubungkan PTN/PTS, periset, inovator, perangkat daerah, dan masyarakat.

Implementasi riset

Hasil atau rekomendasi riset diterapkan sesuai konteks wilayah.

Hilirisasi dan difusi

Proses inovasi diarahkan menjadi produk inovasi yang dapat dimanfaatkan warga.

Output
03

Masalah Teratasi dan Potensi Terkembangkan

Output pendampingan ditunjukkan melalui solusi kontekstual, pemanfaatan hasil riset, produk inovasi, dan munculnya praktik baik yang dapat direplikasi.

Fokus Output

  • Solusi sesuai konteks wilayah
  • Produk inovasi yang dapat digunakan
  • Praktik baik berbasis kebutuhan warga
Outcome
04

Kampung Pancasila Berdaya

Outcome diarahkan pada penguatan kampung melalui empat pilar utama yang menjadi dasar keberlanjutan pendampingan.

Pilar Ekonomi
Pilar Lingkungan
Pilar Sosial Budaya
Pilar Kemasyarakatan

BRIDA sebagai Hub

BRIDA menjadi simpul penghubung antara kebutuhan kampung, potensi perguruan tinggi, perangkat daerah, mitra CSR, serta aktor masyarakat agar pendampingan berjalan terarah.

Aktor Kolaborasi

Jaringan Pendampingan Multipihak

PTN/PTS Pendamping

Menyediakan dukungan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, riset terapan, dan inovasi.

Peneliti, Periset, dan Inovator

Menghasilkan rekomendasi, prototipe, model pendampingan, dan produk inovasi yang dapat dihilirisasi.

Perangkat Daerah dan ASN

Mendukung pengampuan, sinkronisasi program, pendampingan teknis, dan pelaksanaan di wilayah.

Camat, Lurah, dan Warga

Melibatkan LPMK, RW/RT, KSH, karang taruna, tokoh masyarakat, warga, dan komunitas lokal.

Inti Penyelenggaraan

Alur ini memastikan bahwa pendampingan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bergerak dari pemetaan masalah, kolaborasi riset dan inovasi, implementasi solusi, hingga penguatan Kampung Pancasila berbasis ekonomi, lingkungan, sosial budaya, dan kemasyarakatan.

Bentuk/Kategori Pendampingan

Pendampingan berbasis Tri Dharma

Perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui kegiatan akademik yang terintegrasi dengan kebutuhan wilayah Kampung Pancasila.

Pendidikan

Kuliah Kerja Nyata, magang, termasuk magang riset atau kerja, serta tugas mata kuliah, studio, dan laboratorium.

Penelitian

Tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, dan penelitian oleh pusat riset, departemen, atau unit akademik lain.

Pengabdian Masyarakat

Kuliah Kerja Nyata, pendampingan, penerapan solusi, serta kegiatan penguatan masyarakat lainnya.

Timeline Pendampingan

Tahapan Kerja Kampung Pancasila

Tahapan pendampingan dimulai dari identifikasi masalah dan potensi, analisis data, koordinasi, penyusunan rencana, hingga implementasi lapangan.

Fase 1A

Identifikasi Masalah dan Potensi

Entry permasalahan dan potensi wilayah oleh aparat kewilayahan, ASN pendamping, warga, serta PTN/PTS pendamping.

1A
Fase 1B

Analisa Hasil Identifikasi

PTN/PTS pendamping menganalisis tabel rekapitulasi masalah dan potensi pada aplikasi BRIDA, dengan kemungkinan melibatkan partisipasi warga.

1B
Fase 2

Koordinasi

Kelurahan bersama koordinator kelurahan dari pihak ASN dan PTN/PTS pendamping berinteraksi melalui aplikasi.

2
Fase 3

Rencana Pendampingan

Rencana pendampingan disusun berdasarkan data dan fakta secara kolaboratif oleh kelurahan, ASN, dan PTN/PTS pendamping.

3
Fase 4

Implementasi

Koordinator kelurahan dari pihak ASN dan PTN/PTS pendamping terjun ke lapangan dan memasukkan kemajuan progres ke aplikasi untuk membangun rekam jejak.

4
Keterkaitan Hasil Entry

Data Entry sebagai Basis Kolaborasi

Hasil entry dari aparat kewilayahan, warga, dan PTN/PTS pendamping saling terhubung agar dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan dalam proses pendampingan Kampung Pancasila.

Entry oleh Aparat Kewilayahan, Warga, dll

Hasil Entry
Identifikasi Permasalahan
Identifikasi Potensi
Identifikasi Inovasi
Dapat melihat

Viewer

USER:

Camat dan Jajarannya
Lurah dan Jajarannya
BRIDA
PTN/PTS Pendamping
ASN Pendamping
Dapat melihat

Entry oleh PTN/PTS Pendamping

Hasil Entry
Nama & No HP PIC Kelurahan
Rekam Jejak Kontribusi PTN/PTS

Pemanfaatan Data:

Data hasil entry digunakan sebagai dasar analisis, koordinasi, dan evaluasi pendampingan.

Menjadi acuan bagi PTN/PTS pendamping dalam mengumpulkan hasil riset terdahulu yang berkaitan dengan permasalahan atau potensi wilayah yang masih relevan.

Menjadi acuan bagi PTN/PTS pendamping dalam mempersiapkan Teknologi Tepat Guna atau produk inovasi yang layak diterapkan.

Menjadi dasar analisis oleh PTN/PTS bersama aparat kewilayahan, warga, dan BRIDA untuk menentukan kegiatan serta bentuk pendampingan yang tepat.

Data rekam jejak kontribusi PTN/PTS menjadi informasi kegiatan yang telah atau sedang dijalankan sehingga dapat mendorong kolaborasi antarkampus.

Seluruh pemangku kepentingan dapat mulai berkoordinasi dengan memanfaatkan data nama dan nomor HP PIC kelurahan yang tersedia.

Petunjuk Sistem Informasi

Pengecekan dan Pengisian Data Wilayah

Sistem informasi digunakan untuk memantau titik permasalahan, mengatur tampilan wilayah, dan mengakses rekapitulasi potensi serta permasalahan pada wilayah ampuan.

1

Kontrol Layer

Mengatur batas RW dan memfilter jenis permasalahan kota.

2

Menu Rekapitulasi

Melihat akumulasi potensi dan permasalahan wilayah ampuan.

3

Titik Aktif

Pin ungu/oranye menandai masalah aktif yang memerlukan intervensi akademik.

Sistem Informasi Kampung Pancasila

Titik Aktif

Masalah perkotaan aktif membutuhkan intervensi akademik.

Contoh Deskripsi Legenda

Contoh Data Permasalahan Wilayah

Berikut contoh format informasi wilayah yang ditampilkan pada sistem informasi untuk mendukung pemahaman kondisi lapangan.

Kelurahan Asemrowo

Kecamatan Asemrowo • Data permasalahan wilayah

KecamatanAsemrowo
KelurahanAsemrowo
ASN PendampingNama dan kontak ASN pendamping
Permasalahan12 pengangguran keluarga miskin usia 18–55 tahun di Kelurahan Asemrowo; 4 di Genting Kalianak; 1 di Tambak Sarioso.

Siap Berkolaborasi dalam Kampung Pancasila

Pendampingan Kampung Pancasila membuka ruang bagi perguruan tinggi, pemerintah, warga, dan mitra untuk menyusun solusi berbasis data, riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat.