Surabaya, 19 Oktober 2026 – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Technical Meeting Inovboyo 2.0 serta Pendampingan Kampung Pancasila 2026 di Science Techno Park Kota Surabaya, Jalan Kusuma Bangsa No. 116, Kecamatan Tambaksari, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata.
Melalui kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai Inovboyo 2.0, yang menghadirkan dua jalur utama, yakni Inovboyo Showcase dan Surabaya Innovathon. Kedua program tersebut dirancang untuk memberikan ruang apresiasi bagi karya inovasi sekaligus mendorong pengembangan solusi atas berbagai permasalahan nyata.
Sementara itu, dalam sesi technical meeting, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kategori perlombaan, persyaratan, mekanisme pendaftaran, tahapan pelaksanaan, serta ketentuan teknis sebagai bekal untuk mengikuti Inovboyo 2.0.
Selain membahas pengembangan inovasi daerah, kegiatan ini juga menghadirkan pemaparan mengenai Penilaian Inovasi Perguruan Tinggi dalam Program Pendampingan Kampung Pancasila 2026 yang disampaikan oleh Kepala BRIDA Kota Surabaya, Dr. Agus Imam Sonhaji.
Dalam pemaparannya, Kepala BRIDA menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam pelaksanaan pendampingan Kampung Pancasila, yakni kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan dalam mendorong kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk menghasilkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Sejalan dengan materi yang disampaikan, penilaian inovasi pendampingan Kampung Pancasila berfokus pada kontribusi nyata, bukti yang dapat diverifikasi, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kepala BRIDA juga menjelaskan bahwa penilaian dilaksanakan melalui dua kategori, yaitu Inovasi Pendampingan Kampung Pancasila serta Kontribusi dan Rekam Jejak. Penilaian tersebut mempertimbangkan keterlibatan perguruan tinggi, solusi inovatif yang dihasilkan, kegiatan produktif, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
Dalam materi yang dipaparkan, ditegaskan pula pentingnya kualitas bukti pendukung sebagai dasar penilaian yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, BRIDA Kota Surabaya berharap perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Penyelenggaraan Sosialisasi dan Technical Meeting Inovboyo 2.0 serta Pendampingan Kampung Pancasila 2026 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang inovatif, produktif, dan berdaya saing.