Festival Riset dan Inovasi menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya yang diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.
Melalui festival ini, Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pelajar, mahasiswa, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat untuk memperkuat budaya riset dan inovasi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Festival Riset dan Inovasi juga sekaligus menjadi momentum peluncuran inovasi berbasis riset , yaitu Mangrove Throne, Pyrolysis, Terangin, VR World Mangrove, BRIDA Bright, dan BRIDA STEP. Berbagai inovasi tersebut dikembangkan sebagai wahana edukasi sekaligus bentuk implementasi hasil penelitian yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 70 perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas lingkungan yang menampilkan beragam hasil penelitian serta karya inovasi. Selain pameran, festival juga menghadirkan talkshow yang mempertemukan narasumber dari PT. SIER, pakar dari ITS, dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Iovasi BRIN sebagai sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi di Kota Surabaya.
Sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove, festival turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya Living Laboratory, Green UMKM Corner, penanaman bibit mangrove, penyebaran benih ikan bandeng, yoga bersama, serta lomba riset dan inovasi mahasiswa. Beragam kegiatan tersebut memberikan pengalaman edukatif kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian ekosistem mangrove melalui pendekatan riset dan inovasi.
Rangkaian peringatan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan penyelenggaraan Mangrove Eco Run 3.0, yang mengusung konsep olahraga sekaligus edukasi lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengenal kawasan mangrove sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Melalui penyelenggaraan Festival Riset dan Inovasi, Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong tumbuhnya ekosistem riset dan inovasi yang kolaboratif. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kota Surabaya yang berkelanjutan.