Surabaya – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya mempertemukan perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa dalam Forum Science and Technology Park (STP) dan Inovboyo, Senin (21/9/2026). Forum ini membahas pengembangan ekosistem yang mampu menghubungkan hasil riset kampus dengan kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan 12 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) se-Surabaya, yang meliputi unsur dosen maupun perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kampus dan lembaga yang hadir antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Ciputra, Politeknik Universitas Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Kristen Petra, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, serta perwakilan BEM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pengembangan STP dilatarbelakangi oleh banyaknya hasil riset dan inovasi yang belum terhubung dengan pengguna maupun pasar. Karena itu, Surabaya Urban Creative Hub di kawasan eks Hi-Tech Mall dirancang sebagai hub inovasi aktif, bukan sebatas ruang pamer.
Melalui STP, BRIDA akan memetakan persoalan kota dan kebutuhan industri, mengkurasi hasil riset, mempertemukan kampus dengan pemilik masalah, serta membuka peluang uji coba melalui living lab. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang pembuatan prototipe, inkubasi bisnis, konsultasi Kekayaan Intelektual (KI), ruang kerja bersama, dan area pameran inovasi.
Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Endroyono, menilai pembagian peran antarpemangku kepentingan perlu dirancang secara jelas agar STP berjalan berkelanjutan.
“BRIDA sebaiknya berperan sebagai front office, fasilitator, dan penghubung kebutuhan kota maupun industri dengan potensi riset perguruan tinggi. Penilaian inovasi juga perlu berfokus pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Turhan dari LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan Hi-Tech Mall sebagai ruang STP untuk menampilkan produk riset, inovasi, dan karya mahasiswa berprestasi. Ia menekankan bahwa STP perlu mengakomodasi tidak hanya inovasi bidang STEM, tetapi juga sosial-humaniora (soshum). Prof. Turhan turut mengusulkan agar setiap perguruan tinggi mengirimkan katalog riset dan inovasi kepada BRIDA untuk dikurasi sesuai prioritas pembangunan Surabaya, serta mendorong pelibatan mahasiswa secara masif dalam Inovboyo, disertai stimulus yang menarik agar mahasiswa mau menyumbangkan ide dan solusi bagi kota. Menurutnya, STP juga dapat menjadi ruang untuk menampilkan keunggulan khas dari setiap kampus.
Dari sisi mahasiswa, perwakilan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menyampaikan harapan agar STP tidak bersifat eksklusif, melainkan terbuka bagi seluruh mahasiswa. Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, diusulkan sistem pendataan pengunjung melalui penitipan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau KTP saat masuk dan keluar area STP.
Forum tersebut turut membahas pengembangan Inovboyo 2.0 yang lebih berorientasi pada kesiapan penerapan dan dampak inovasi. Program ini akan mempertemukan problem owner dari perangkat daerah atau industri dengan tim inovator untuk menghasilkan prototipe yang dapat diuji dan dinilai secara langsung.
Perguruan tinggi akan berkontribusi melalui hasil penelitian, teknologi, tenaga ahli, mahasiswa, fasilitas laboratorium, serta proses validasi. Sementara itu, mahasiswa dapat terlibat melalui tugas akhir, riset, proyek MBKM, PKM, capstone, maupun forum kolaborasi lintas kampus.
Forum ini diharapkan menghasilkan basis data potensi kampus, problem bank Kota Surabaya, katalog riset, prototipe, pilot project, dan peluang kerja sama dengan industri. Melalui kolaborasi tersebut, hasil riset diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi berkembang menjadi solusi, kebijakan berbasis bukti, dan produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.