Semua Berita
riset 9 Agustus 2026 120 views

Perkuat Penanggulangan TBC, BRIDA Surabaya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi

BRIDA Kota Surabaya memperkuat kolaborasi riset penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bersama UNAIR, Poltekkes Kemenkes Surabaya, dan PENS untuk menghasilkan intervensi yang dapat diterapkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Perkuat Penanggulangan TBC, BRIDA Surabaya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi

Surabaya, 6 Agustus 2026 — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi bersama tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Airlangga (UNAIR), Poltekkes Kemenkes Surabaya, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kolaborasi Intervensi Penanggulangan Tuberkulosis di Kota Surabaya, Kamis (6/8/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan riset dan metode intervensi yang sesuai dengan kondisi masyarakat serta dapat diterapkan secara langsung.

Kepala BRIDA Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, persoalan TBC membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan kompetensi yang berbeda. BRIDA menggandeng perguruan tinggi untuk bersama-sama mencari formulasi penanggulangan TBC yang tepat.

“BRIDA tidak sendiri. Kami menggabungkan sumber daya dari berbagai lembaga untuk mencari pola terbaik dalam penanggulangan TBC,” ujarnya.

Menurut Agus, penanggulangan TBC tidak cukup hanya melalui pengobatan. Faktor perilaku pasien, kondisi lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Dekan FKM UNAIR Ratna Dwi Wulandari menyampaikan bahwa kerja sama dengan BRIDA menjadi ruang bagi akademisi untuk mengimplementasikan ilmu dan hasil penelitian secara langsung kepada masyarakat. Kolaborasi akan dikembangkan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Sri Rahayu dari Poltekkes Kemenkes Surabaya berharap kerja sama tersebut dapat berkontribusi dalam menurunkan kasus TBC di Surabaya. Poltekkes Kemenkes Surabaya juga siap mendukung program kesehatan prioritas pemerintah lainnya.

“Harapannya, bersama-sama dengan perguruan tinggi dan BRIDA kita bisa menurunkan kasus TBC yang ada di wilayah Surabaya,” ujarnya.

Sri menambahkan, pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan TBC. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat perlu dibangun agar penanggulangan TBC menjadi tanggung jawab bersama.

Dari sisi teknologi, Direktur PENS Ari Irwansyah menyatakan kesiapan PENS mendukung kolaborasi melalui pengembangan teknologi sesuai kebutuhan. Menurutnya, setiap perguruan tinggi dapat berkontribusi berdasarkan bidang keahliannya sehingga solusi yang dihasilkan lebih komprehensif dan dapat dirasakan masyarakat.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada penanggulangan TBC, tetapi dapat dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan prioritas lainnya. Sinergi pemerintah, akademisi, teknologi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghasilkan solusi berbasis riset yang berdampak bagi warga Surabaya.


#BRIDASurabaya #Riset #Inovasi #TBC #Tuberkulosis #Kolaborasi #UNAIR #PoltekkesKemenkesSurabaya #PENS #Kesehatan #Surabaya