Semua Berita
riset 7 September 2026 28 views

Sinergi Unesa dan Pemkot Surabaya Revitalisasi Folklor Sawunggaling melalui Kampung Pancasila

Unesa, Pemerintah Kota Surabaya, dan BRIDA Kota Surabaya berkolaborasi dalam program PKM Kampung Pancasila untuk merevitalisasi folklor Sawunggaling melalui seni tari, musik, dan kriya kreatif. Program melibatkan 12 mahasiswa lintas program studi dan diarahkan untuk menghasilkan karya beserta HKI sekaligus mendukung peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat.

Sinergi Unesa dan Pemkot Surabaya Revitalisasi Folklor Sawunggaling melalui Kampung Pancasila

Surabaya – Upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Pemerintah Kota Surabaya, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Kampung Pancasila dengan mengangkat folklor Sawunggaling sebagai potensi budaya yang dapat dikembangkan menjadi karya kreatif bernilai sosial dan ekonomi.

Tahap awal kegiatan dilaksanakan melalui Penyamaan Persepsi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kampung Pancasila, yang melibatkan Lurah Lidah Wetan dan Lurah Lidah Kulon bersama dosen serta mahasiswa Unesa. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Seni (Tari dan Kriya Kreatif) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa serta wilayah Kelurahan Lidah Wetan dan Lidah Kulon.

Program PKM tersebut mengusung konsep “Sawunggaling Artpreneur: Revitalisasi Folklor Kelurahan Lidah Wetan dan Kelurahan Lidah Kulon melalui Alih Wahana Tari Kontemporer dan Komodifikasi Kriya Kreatif.” Program diketuai oleh Dr. Moh. Arif Susanto, M.Hum., dari Program Studi S-1 Sastra Indonesia FBS Unesa. Fokus kegiatan diarahkan pada revitalisasi kisah Sawunggaling melalui seni tari kontemporer dan pengembangan kriya kreatif.

Sebanyak 12 mahasiswa Unesa turut berkontribusi dalam kegiatan, terdiri atas dua mahasiswa S-1 Sastra Indonesia, lima mahasiswa S-1 Seni Tari dan Musik, dua mahasiswa S-1 Desain Komunikasi Visual, serta tiga mahasiswa S-1 Seni Rupa Murni.

Melalui penyamaan persepsi tersebut, para pihak menyepakati proses pelaksanaan hingga luaran yang akan dihasilkan. Beberapa luaran yang ditargetkan meliputi Tari Sawunggaling beserta Hak Kekayaan Intelektual (HKI), musik Tari Sawunggaling beserta HKI, kriya kreatif berupa pakaian Tari Sawunggaling beserta HKI, serta logo Kampung Pancasila untuk masing-masing kelurahan.

Pelaksanaan program juga diarahkan pada proses pendampingan masyarakat. Berdasarkan pemberitaan Radar Surabaya, masyarakat akan memperoleh pemahaman mengenai proses alih wahana folklor menjadi pertunjukan tari kontemporer, dilanjutkan pelatihan keterampilan menari dan pembuatan kriya kreatif yang memiliki nilai jual. Evaluasi dan pemberian umpan balik dilakukan untuk memastikan peningkatan kecakapan masyarakat dapat tercapai.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada upaya pelestarian kisah Sawunggaling, tetapi turut mendukung peningkatan ekonomi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat sebagai bagian dari pilar Kampung Pancasila. Hal tersebut sejalan dengan arah program yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, kegiatan direncanakan berlanjut melalui skema PKM Mandiri LPPM Unesa. Pengembangan berikutnya dapat diarahkan pada inovasi kriya kreatif berbahan daur ulang sampah serta program pemberdayaan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Kampung Pancasila.

Berita diolah berdasarkan informasi kegiatan dan pemberitaan Radar Surabaya, “Sinergi Unesa dan Pemkot Surabaya Hidupkan Folklor Sawunggaling di Kampung Pancasila”.
Baca sumber berita di Radar Surabaya